Panduan Operasional GRT MRP Overhead Costing
Dokumen ini menjelaskan cara memakai modul grt_mrp_overhead_costing untuk memasukkan biaya overhead produksi ke cost produksi, merekonsiliasi dengan expense aktual, menghitung variance, dan membuat jurnal adjustment tanpa double pembiayaan.
1. Tujuan Modul
Modul ini dipakai untuk kebutuhan berikut:
- Menyimpan overhead bulanan seperti listrik dan SDM.
- Menghitung tarif overhead per basis alokasi.
- Mengalokasikan overhead ke Manufacturing Order (MO) yang sudah selesai.
- Membandingkan actual overhead vs absorbed overhead.
- Menghitung selisih over/under absorption.
- Membuat jurnal adjustment agar expense aktual dan cost produksi tetap sinkron.
2. Konsep Dasar
Modul ini memakai konsep actual overhead dan absorbed overhead.
Actual overhead: biaya overhead yang benar-benar terjadi, biasanya dari expense, jurnal, atau input manual.Absorbed overhead: biaya overhead yang dibebankan ke produk berdasarkan basis alokasi seperti per kg atau per batch.Variance: selisih antara actual overhead dan absorbed overhead.
Rumus sederhananya:
Tarif overhead = Actual overhead / Total basis alokasi
Applied overhead per MO = Basis MO x Tarif overhead
Variance = Actual overhead - Total applied overhead
Jika faktor MO dipakai:
Basis efektif MO = Basis MO x Faktor MO
Applied overhead per MO = Basis efektif MO x Tarif overhead
3. Menu Yang Digunakan
Setelah modul terpasang, menu utama yang dipakai adalah:
Manufacturing > Overhead PeriodsManufacturing > Configuration > Overhead Types
Tambahan field juga muncul di:
- Form
Expense: fieldMRP Overhead Type - Form
Manufacturing Order: ringkasan applied overhead dan detail alokasi overhead - Form
Journal Entry: fieldMRP Overhead TypedanMRP Overhead Period
4. Struktur Data Modul
4.1. Overhead Type
Master untuk mendefinisikan jenis overhead.
Contoh:
Listrik ProduksiSDM Produksi
Field penting:
Allocation BasisPer Kg: overhead dibagi berdasarkan total kuantitas produksi.Per Jam: overhead dibagi berdasarkan total jam kerja. Cocok hanya jika data workorder/duration ada.Per MO: overhead dibagi per batch/MO.
Default Source Expense Account- Akun sumber expense aktual jika tidak ada journal item yang ditag langsung.
Absorption Account- Akun yang didebit ketika overhead dimasukkan ke cost produksi.
Capitalize to Inventory- Jika aktif, absorbed overhead diposting ke akun valuation produk jadi per alokasi MO (fallback ke Absorption Account jika akun valuation tidak ditemukan).
Variance Account- Akun untuk selisih actual vs absorbed.
MO Factor ModeTanpa Faktor MO: sistem tidak pakai pengali tambahan.Faktor Listrik MO: sistem pakaiElectricity Factordi MO.Faktor SDM MO: sistem pakaiLabor Factordi MO.
4.2. Overhead Period
Dokumen bulanan untuk memproses overhead.
Contoh:
Overhead 02/2026Overhead 03/2026
Field penting:
Business CategoryAnalytic AccountDate StartdanDate EndAdjustment JournalOverhead LinesAllocationsActual Amount TotalAbsorbed Amount TotalVariance Amount TotalStateDraftComputedAdjustment Created
4.3. Overhead Period Line
Baris per jenis overhead dalam satu periode.
Contoh:
- Line
Listrik Produksi - Line
SDM Produksi
Field penting:
Allocation BasisRate ModeAuto: sistem hitung tarif otomatis dari actual / total basisManual: tarif diisi manual
Manual RateManual Actual AmountSource Journal ItemsMO AllocationsActual AmountBasis QtyRateAbsorbed AmountVariance Amount
5. Alur Operasional Bulanan
Langkah 1. Siapkan Overhead Type
Masuk ke:
Manufacturing > Configuration > Overhead Types
Pastikan untuk setiap jenis overhead sudah diisi:
- nama overhead
- basis alokasi
- akun sumber
- akun absorpsi
- akun variance
Contoh konfigurasi yang saat ini cocok dengan kebutuhan Anda:
Listrik Produksi: basisPer KgSDM Produksi: basisPer Kg
Catatan:
- Jika nanti SDM ingin dihitung per batch, ubah basis
SDM ProduksimenjadiPer MO. - Jangan pakai
Per Jamjika workorder dan durasi produksi tidak tersedia. - Jika konsumsi overhead antar MO tidak seragam, aktifkan
MO Factor Modelalu isi faktor di masing-masing MO.
Langkah 2. Buat Overhead Period
Masuk ke:
Manufacturing > Overhead Periods
Buat periode bulanan, misalnya:
01/02/2026 - 28/02/2026
Isi:
Business CategoryAdjustment Journal- contoh:
MISC
- contoh:
Note- opsional
Catatan penting:
- Setiap
Overhead Periodsekarang wajib memiliki satuBusiness Category. Analytic Accountpada periode akan mengikuti analytic account yang dikonfigurasi pada business category tersebut.
Lalu klik:
Init Types
Tujuannya untuk membuat line overhead otomatis dari master Overhead Types.
Langkah 3. Tarik Actual Overhead
Ada 3 cara memasukkan actual overhead:
A. Dari Expense
Pada form Expense, isi field:
MRP Overhead Type
Contoh:
- expense listrik ditandai sebagai
Listrik Produksi - expense gaji tenaga produksi ditandai sebagai
SDM Produksi
Ketika expense sheet membuat jurnal, jurnal tersebut akan ikut membawa MRP Overhead Type.
Jika modul expense business category aktif, jurnal expense juga akan membawa business category dan analytic account sesuai category expense.
B. Dari Journal Entry
Kalau actual overhead tidak berasal dari expense, Anda bisa input jurnal manual dan isi:
MRP Overhead Type
Contoh:
- jurnal accrual listrik
- jurnal pengakuan beban SDM produksi
3.5. Standarisasi Faktor per Produk/Proses
Untuk menghindari input faktor manual di setiap MO, gunakan template default:
Product TemplateDefault Electricity FactorDefault Labor Factor
BoMDefault Electricity FactorDefault Labor Factor
Aturan prioritas saat MO dibuat atau saat produk/BoM diganti di form MO:
- Jika MO memakai BoM, faktor default diambil dari BoM.
- Jika tidak ada BoM, faktor default diambil dari Product Template.
- Jika tidak diisi, fallback ke
1.0.
Dengan pola ini, tim produksi cukup set standar per jenis produk/proses sekali, lalu hanya override faktor di MO tertentu jika ada kondisi khusus.
C. Manual Actual Amount
Kalau actual overhead belum siap dari jurnal/expense, isi Manual Actual Amount di line overhead.
Cara ini cocok untuk:
- masa transisi awal
- simulasi perhitungan
- test sistem sebelum disiplin tagging expense diterapkan
Langkah 4. Load Source Entries
Di form Overhead Period, klik:
Load Source Entries
Fungsi tombol ini:
- mengambil journal items posted dalam periode yang punya
MRP Overhead Typesesuai line overhead - hanya mengambil source entries yang cocok dengan business category / analytic context pada
Overhead Period - menempelkan journal items tersebut ke
Source Journal Items
Jika tidak ada journal item yang cocok, actual overhead tetap bisa berasal dari Manual Actual Amount.
Langkah 5. Compute Overhead
Klik:
Compute Overhead
Fungsi tombol ini:
- mencari MO yang
donedalam periode - menghitung total basis alokasi
- menghitung tarif overhead
- membuat baris alokasi overhead per MO
- menghitung absorbed amount dan variance
Catatan faktor MO:
- Untuk line overhead dengan
MO Factor Modelistrik/SDM, basis alokasi tiap MO akan dikalikan faktor MO terkait. - Di tab alokasi tersedia
Base Basis Qty,MO Factor, danBasis Qty(hasil kali) agar audit trail jelas.
Contoh singkat:
- Basis
Per Kg, qty MO =100 kg, faktor listrik MO =1.20 - Basis efektif =
100 x 1.20 = 120 - Jika rate overhead =
30.000, applied overhead MO =120 x 30.000 = 3.600.000
6. Cara Sistem Menghitung Basis
6.1. Basis Per Kg
Untuk Per Kg, sistem memakai qty produksi MO.
Pada data yang sekarang, basis ini paling aman karena MO selesai sudah ada dan kuantitas produksinya terbaca.
6.2. Basis Per MO
Untuk Per MO, setiap MO dihitung 1 batch.
Cocok untuk overhead yang ingin dibagi rata per batch, bukan berdasarkan tonase/berat.
6.3. Basis Per Jam
Untuk Per Jam, sistem mencoba membaca:
- duration workorder
- duration expected
- atau fallback dari
date_startdandate_finished
Catatan penting:
- Jika tidak ada workorder atau
date_start, basis jam akan menjadi0. - Karena kondisi database Anda saat ini tidak memiliki workorder, basis jam tidak disarankan.
7. Membuat Jurnal Adjustment
Setelah angka actual dan absorbed sudah benar, klik:
Create Adjustment
Sistem akan membuat jurnal adjustment dalam status draft.
Pola jurnalnya:
7.1. Reverse Actual Overhead
Akun beban overhead aktual dikredit kembali.
Contoh:
Cr 63110080 Listrik
7.2. Absorbed Overhead
Akun absorpsi overhead didebit.
Jika Capitalize to Inventory aktif pada Overhead Type/Line, sistem akan debit ke akun valuation produk jadi berdasarkan alokasi per MO (dengan fallback ke akun absorpsi jika akun valuation produk tidak tersedia).
Selain jurnal GL, sistem juga membuat Stock Valuation Layer (SVL) per alokasi MO agar inventory valuation report ikut mencerminkan absorbed overhead.
Business category behavior:
- Adjustment move akan mewarisi
Business CategorydariOverhead Period. - Adjustment move akan mewarisi
Analytic Accountdari business category padaOverhead Period. - Journal line adjustment juga diisi analytic account yang sama agar konsisten dengan pola business category.
Contoh:
Dr 51000020 Manufacturing Overhead Applied - Electricity
7.3. Variance
Kalau actual dan absorbed tidak sama, selisih masuk ke akun variance.
Contoh:
Dr/Cr 51000090 Manufacturing Overhead Variance
8. Contoh Operasional Nyata
9. Catatan Kontrol Data
- Setelah jurnal adjustment dan SVL overhead dibuat, periode tidak bisa di-
Reset to Draftuntuk mencegah inkonsistensi antara GL dan inventory valuation. - Jika perlu koreksi, lakukan jurnal koreksi/reversal di periode berikutnya sesuai prosedur akuntansi.
10. Rekomendasi Faktor Awal (Siap Pakai)
Gunakan baseline berikut untuk memulai, lalu review variance 1-2 periode sebelum menetapkan angka final.
10.1. Template 5 Kategori Proses
Kategori A - Mixing/Agitasi Ringan- Electricity Factor:
0.85 - Labor Factor:
0.90
- Electricity Factor:
Kategori B - Transfer/Packing Standar- Electricity Factor:
1.00 - Labor Factor:
1.00
- Electricity Factor:
Kategori C - Heating/Cooking Sedang- Electricity Factor:
1.20 - Labor Factor:
1.05
- Electricity Factor:
Kategori D - Drying/Grinding Intensif- Electricity Factor:
1.35 - Labor Factor:
1.10
- Electricity Factor:
Kategori E - Rework/Manual Handling Tinggi- Electricity Factor:
0.95 - Labor Factor:
1.30
- Electricity Factor:
10.2. Cara Pakai Template
- Map setiap produk jadi ke salah satu kategori proses.
- Isi faktor di
Product Templatesebagai default. - Jika ada rute/proses khusus, override di
BoM. - Untuk kasus insidentil (downtime, trial, rework), override di MO terkait saja.
10.3. Aturan Review Bulanan
- Jika produk/proses berulang menunjukkan under absorption besar, naikkan faktor
+0.05sampai+0.10. - Jika berulang over absorption besar, turunkan faktor
-0.05sampai-0.10. - Ubah faktor maksimal sekali per periode agar perbandingan variance tetap bersih.
- Simpan change log faktor (tanggal, alasan, nilai lama, nilai baru) untuk audit biaya.
10.4. Batas Aman Operasional
- Batas bawah disarankan:
0.50 - Batas atas disarankan:
2.00 - Nilai di luar rentang tersebut hanya dipakai untuk kondisi khusus dengan approval finance/plant manager.
Contoh Februari 2026:
- Total MO done: 9 MO
- Total basis listrik:
9000 kg - Actual listrik:
Rp 9.000.000 - Tarif listrik:
Rp 1.000/kg
Hasil:
Tarif = 9.000.000 / 9.000 = 1.000 per kg
Applied overhead = 9.000.000
Variance = 0
Jurnal adjustment yang terbentuk:
Cr 63110080 Listrik 9.000.000
Dr 51000020 Manufacturing Overhead Applied 9.000.000
9. Kapan Pakai Manual Actual Amount
Gunakan Manual Actual Amount bila:
- expense belum disiplin ditag ke
MRP Overhead Type - actual overhead masih direkap manual oleh finance
- Anda ingin test alur modul dulu sebelum go-live penuh
Jangan gunakan Manual Actual Amount kalau actual overhead sudah lengkap dan akurat dari journal items, karena bisa menyebabkan actual menjadi dobel bila tidak dikontrol.
10. Kapan Pakai Manual Rate
Gunakan Manual Rate bila perusahaan ingin tarif standar, misalnya:
- listrik dibebankan tetap
Rp 950/kg - SDM dibebankan tetap
Rp 700/kg
Pada mode Manual, sistem:
- tetap menghitung basis MO
- tetapi tarif diambil dari
Manual Rate - absorbed amount dihitung dari basis x manual rate
- variance = actual - absorbed
11. Cara Menghindari Double Pembiayaan
Prinsip pengendaliannya adalah:
- actual overhead tetap dicatat di expense/jurnal aktual
- absorbed overhead dipindahkan ke akun absorpsi melalui jurnal adjustment
- variance dipisahkan ke akun variance
Agar aman:
- gunakan akun beban aktual yang jelas untuk overhead
- gunakan akun absorpsi yang terpisah dari akun beban aktual
- gunakan akun variance yang terpisah
- jangan campur jurnal actual dan absorbed di akun yang sama tanpa kontrol
12. Rekomendasi Setup Untuk Kondisi Anda Saat Ini
Karena saat ini data workorder/jam kerja belum tersedia, setup yang disarankan adalah:
Listrik Produksi=Per KgSDM Produksi=Per Kg
Alternatif:
- jika SDM ingin dihitung per batch, ubah
SDM ProduksimenjadiPer MO
13. Checklist Operasional Bulanan
Gunakan checklist ini setiap akhir bulan:
- Pastikan semua expense/jurnal overhead sudah masuk.
- Pastikan expense overhead sudah diberi
MRP Overhead Type. - Buat atau buka
Overhead Periodbulan terkait. - Klik
Load Source Entries. - Review
Source Journal Items. - Isi
Manual Actual Amountjika ada biaya yang belum masuk jurnal. - Klik
Compute Overhead. - Review
Basis Qty,Rate,Absorbed Amount, danVariance Amount. - Klik
Create Adjustment. - Review jurnal draft.
- Post jurnal adjustment jika sudah benar.
14. Troubleshooting
Kasus 1. Basis Qty = 0
Penyebab umum:
- tidak ada MO done dalam periode
- basis
Per Jamtetapi workorder/duration tidak ada
Solusi:
- cek tanggal periode
- cek status MO harus
done - ubah basis ke
Per KgatauPer MO
Kasus 2. Actual Amount = 0
Penyebab umum:
- tidak ada expense/jurnal yang ditag
MRP Overhead Type - source entry ada tetapi business category / analytic tidak cocok dengan
Overhead Period - belum klik
Load Source Entries - actual masih belum diinput manual
Solusi:
- tag expense/jurnal dengan overhead type yang benar
- pastikan business category expense/jurnal sama dengan business category pada
Overhead Period - klik
Load Source Entries - isi
Manual Actual Amountbila perlu
Kasus 3. Jurnal Adjustment Tidak Bisa Dibuat
Penyebab umum:
- akun source/absorption/variance belum lengkap
- line overhead bernilai nol semua
Solusi:
- cek konfigurasi akun di
Overhead Type - pastikan ada actual atau absorbed amount
Kasus 4. Variance Terlalu Besar
Penyebab umum:
- actual overhead belum lengkap
- basis alokasi salah
- ada expense yang belum ditag
- rate manual terlalu tinggi/rendah
Solusi:
- review source journal items
- cek basis alokasi
- cek expense tagging
- bandingkan actual vs absorbed per line overhead
15. Saran Implementasi Bertahap
Agar modul ini mudah diadopsi, lakukan bertahap:
Tahap 1
- gunakan
Manual Actual Amount - basis listrik dan SDM =
Per Kg - validasi hasil perhitungan dan jurnal
Tahap 2
- mulai disiplin tagging
ExpensedanJournal EntrydenganMRP Overhead Type - kurangi ketergantungan pada input manual
Tahap 3
- jika diperlukan, pisahkan SDM per batch atau per pusat biaya
- tambahkan governance review bulanan untuk variance
16. Ringkasan Singkat
Jika ingin operasional paling sederhana saat ini, lakukan seperti ini:
- Buat
Overhead Periodbulanan. - Pastikan line
Listrik ProduksidanSDM Produksiada. - Isi actual cost dari expense/jurnal atau
Manual Actual Amount. - Klik
Compute Overhead. - Review hasil per kg.
- Klik
Create Adjustment. - Post jurnal setelah diperiksa finance.
17. File Teknis Terkait
Jika ingin melihat source code modul:
grt_mrp_overhead_costing/__manifest__.pygrt_mrp_overhead_costing/models/mrp_overhead_period.pygrt_mrp_overhead_costing/models/mrp_overhead_type.pygrt_mrp_overhead_costing/models/hr_expense.pygrt_mrp_overhead_costing/models/account_move.pygrt_mrp_overhead_costing/views/mrp_overhead_period_views.xml
Dokumen ini dibuat untuk kebutuhan operasional dan pembelajaran user internal. Jika alur bisnis berubah, misalnya SDM berganti dari Per Kg menjadi Per MO, dokumentasi ini sebaiknya ikut diperbarui.